Cara Mendapatkan Profit Besar di Forex

Strategi Piramida merupakan salah satu cara memperbesar keuntungan dalam trading forex. Namun, bagaimana cara menerapkan strategi tersebut dengan aman?

teknik piramida forex

Kita akan membahas mengenai penambahan posisi trading ketika harga bergerak sesuai prediksi (sedang dalam posisi untung) tanpa memperbesar resiko. Cara ini disebut dengan "scale-in" atau "strategi piramida". Pada dasarnya, dengan cara ini kita membuka posisi baru sebagai tambahan pada posisi kita sebelumnya yang sudah untung dan masih dalam keadaan open, tanpa memperbesar resiko, bahkan bisa tanpa resiko, serta menambah potensi keuntungan kita. Acapkali strategi piramida bisa berjalan dengan baik ("scale-in" atau "piramida" bisa diartikan dengan penambahan posisi trading).

Teknik Piramida Forex

Ada ungkapan "cut kerugian sekecil mungkin dan biarkan keuntungan sebesar mungkin", tapi bagaimana kita menerapkannya? Di sini akan dibahas bagaimana strategi piramida dengan benar dalam trading forex, sehingga bisa memaksimalkan keuntungan.

Cara Aman Pyramiding dalam Trading Forex

Pada dasarnya, ada dua cara untuk menambah posisi pada suatu posisi trading yang sedang untung dan masih open (pyramiding):

Cara kurang bijak: scale-in ke posisi trading, tetapi tidak merubah level Stop Loss ke atas atau ke bawah untuk memperkecil resiko sebelumnya, sehingga malah bisa menambah resiko yang semestinya kita hindari.

Cara smart: scale-in ke posisi trading pada level yang telah kita tentukan, sembari mengubah-ubah level Stop Loss setiap kali kita masuk posisi baru, sehingga resiko kita tidak akan pernah lebih dari yang telah kita tentukan, misalnya kita namakan 1R (1R=besarnya resiko per trade).

Satu hal perlu diketahui dalam menggunakan strategi pyramiding: jangan anggap kita harus melakukan pyramiding, hanya karena ada kesempatan untuk scale-in pada posisi trading yang sedang untung. Cara ini tidak selalu mulus bisa berjalan dengan baik. Pada umumnya, kita bisa menggunakan cara pyramiding ini bila trend pergerakan harga pasar sangat kuat, atau pada pergerakan harga intraday yang kencang. Tetapi jika keadaan market sedang ranging (bergerak terbatas dalam range tertentu) atau trending tapi cenderung choppy, trend-nya lemah dan meragukan; maka tidak dianjurkan menggunakan pyramiding.

Karena kita akan membuka posisi-posisi baru, maka kalau pergerakan harga pasar sesuai prediksi, breakeven point keseluruhan posisi tersebut tentu akan semakin mendekati harga pasar saat ini (running price). Untuk meminimalkan kerugian jika ternyata harga bergerak berlawanan, kita bisa merubah level Stop Loss posisi kita sebelumnya, agar resiko 1R yang telah ditentukan tidak bertambah. Banyak trader menemui kesulitan ketika menggunakan strategi pyramiding, karena tidak merubah level Stop Loss-nya untuk mengurangi resiko.

Sebagai contoh, perhatikan EUR/USD dalam pergerakan downtrend seperti pada gambar berikut :


Kita lakukan sell pada harga 1.2550. Terlihat jelas bahwa 1.2625 adalah level kuat dan bisa dianggap sebagai key level, sehingga kita bisa menentukan Stop Loss di atas level ini, misalnya di 1.2650. Kita selalu dianjurkan untuk memasang Stop Loss terlebih dahulu sebelum menentukan target keuntungan, karena risk management sebetulnya adalah hal paling penting dalam trading forex. Kita tidak akan pernah memperoleh keuntungan memadai tanpa menerapkan risk management dengan benar pada setiap posisi trading kita.

Di sini tidak tampak level Support signifikan kecuali level 1.1900 pada periode sebelumnya (bisa dilihat pada chart weekly EUR/USD), sehingga kita bisa leluasa untuk menentukan target profit lebih besar sambil memprediksi apakah trend akan berbalik. Misalkan kita tentukan resiko sebesar $200, dengan open 2 mini lot pada level 1.2550, maka Stop Loss kita adalah 100 pip. Resiko kita: 100 pip X 2 mini lot (1 mini lot=$1 per pip)= $200

Kita tentukan risk/reward ratio sebesar 1:3, berarti target profitnya 300 pip pada level 1.2250.
Rencana kita akan menambah 2 posisi lagi. Pertama jika telah untung 100 pip dan kedua jika keuntungan mencapai 200 pip. Cara ini bisa diterapkan karena pergerakan downtrend sangat kuat, dan menurut analisa masih akan berlanjut.



Harga ternyata bergerak sesuai prediksi, maka kita akan scale in lagi pada level 1.2450 sebanyak 2 mini lot (20k), sehingga position size sekarang adalah 40k atau $4 per pip. Jika target profit 1.2250 kena, maka potensi reward bertambah menjadi $1000. Karena kita telah menggeser Stop Loss ke bawah pada level 1.2550 dan mengatur Stop Loss posisi baru tersebut pada level yang sama, maka posisi kita sebelumnya kini telah breakeven. Resiko keseluruhan tetap $200.



Kita akan terapkan strategi pyramiding ini dengan open posisi sell 2 mini lot lagi pada level 1.2350 sehingga total posisi kita sekarang adalah 60k atau $6 per pipnya. Jika target profit pada 1.2550 kena, potensi reward kita adalah $1200, atau 2 kali dari saat awal open posisi. Bagaimana dengan resiko kita?

Stop Loss kedua posisi bisa digeser ke 1.2450, sehingga kita telah mengunci keuntungan $200 pada posisi pertama, sementara posisi kedua breakeven. Dengan demikian, resiko sebesar $200 pada posisi pertama telah terkompensasi menjadi $0, atau breakeven trade. Keuntungan akan lebih besar jika semua posisi kita breakeven. Poin menarik disini adalah kita bisa menambah keuntungan kita tanpa memperbesar resiko.

Harga masih bergerak sesuai prediksi kita dan target profit 1.2250 kena. Ketiga posisi tersebut sekarang kita tutup dan Risk/Reward Ratio bersih adalah 1:6. Resiko kita tidak akan pernah melebihi $200 sebagaimana telah ditentukan sebelumnya yakni sebesar 1R, sedangkan diperoleh keuntungan $1200.

Contoh ini menunjukkan bagaimana kita memperoleh manfaat dari trend gerakan harga pasar yang sangat kuat:



Kenapa Tidak Exit Selagi Masih Untung ?

Mungkin kita berfikiran untuk keluar dari pasar selagi masih untung. Saya berpendapat hal itu kurang bijaksana, sebab jika kita keluar saat harga masih bergerak sesuai prediksi, berarti kita hanya akan mendapatkan sebagian saja dari keuntungan yang seharusnya bisa didapatkan. Jika kita exit selagi masih untung, berarti kita dengan sengaja membatasi keuntungan. Padahal, dalam trading, kita dianjurkan untuk benar-benar memaksimalkan keuntungan sambil tetap membatasi resiko.

Dalam hal ini, strategi pyramiding dapat membantu memaksimalkan keuntungan. Namun, perlu digarisbawahi bahwa kita tidak harus melakukan pyramiding pada tiap trade yang sedang untung. Harus dipertimbangkan apakah potensi arah trend dan kekuatannya mendukung prediksi kita, agar pyramiding tidak jadi sekedar trading untung-untungan saja.

Jika kita lihat EUR/USD dan mata uang utama lainnya dalam beberapa minggu terakhir ini (misal pada 31 Mei 2012), tampak bahwa pergerakan harganya sangat menunjang untuk menerapkan scale-in atau strategi pyramiding. Kondisi pasar seperti itu jarang terjadi, tetapi ketika muncul maka kita bisa selalu menjalankan strategi pyramiding untuk mengoptimalkan keuntungan tanpa memperbesar resiko.

Sudah paham kan cara mendapatkan profit besar dari forex?
Coba trading menggunakan bonus di instaforex, deposit 100 usd dan dapatkan bonus 30%




Berlangganan Melalui Email

Silahkan masukan email anda disini
Back to top